Tampilkan postingan dengan label BGP 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BGP 2016. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2016

,

Wakil Penukal ini Sabet 2 Gelar di Ajang BGP 2016

Dedi dan keluarga


Pendopo, BeritaPALI -- Pada pelaksanaan grand final pemilihan Bujang Gadis PALI 2016, Minggu (31/7), salah satu finalis Bujang perwakilan kecamatan Penukal mendapatkan 2 gelar sekaligus, yakni sebagai Bujang Favorit dan Wakil II  Bujang PALI 2016. Dia adalah Dedi Nurmansyah, remaja kelahiran Desa Gunung Ayu --Gunung Raja saat ini-- 8 Novemver 20 tahun silam.

Saat diwawancarai di rumahnya usai pulang dari masa karantina, Senin (1/8), Mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang hobi musik dan berenang ini mengungkapkan, bahwa dalam mengikuti ajang BGP 2016, dirinya merasa senang dan sedih juga. “Namun hal yang paling berkesan adalah dimana saya bisa menemukan keluarga baru,” imbuhnya.

Sebelum ikut BGP 2016, anak ke-7 pasangan Herman dan Nursila aktif diberbagai organisasi mahasiswa seperti Alsa LC Unsri, LSO Olympus FH Unsri dan Hima PALI Unsri.

Kepada semua generasi muda di PALI, Dedi berharap agar dapat memiliki semangat dalam mengejar mimpi. “Railah prestasi, because success in our hand. Dan yang terpenting jauhi narkoba,” pungkas pemuda yang memiliki cita-cita menjadi seorang notaris ini.[az]

Senin, 01 Agustus 2016

,

Info Pemenang Bujang Gadis PALI 2016, klik disini!

BGP 2015 dan BGP 2016


PEMENANG BUJANG GADIS PALI 2016
1.
Bujang PALI I
Firdaus Akbar
Tanah Abang
20 Tahun

Gadis PALI I
Nita Aprianti
Tanah Abang
20 Tahun

2.
Wakil I Bujang PALI
Berry Prima
Abab
17 Tahun

Wakil I Gadis PALI
Diana Kumalasari
Abab
19 Tahun

3
Wakil II Bujang PALI
Dedi Nurmansyah
Penukal
20 Tahun

Wakil II Gadis PALI
Dinda Krismonika
Tanah Abang
18 Tahun

4
Bujang PALI Favorit
Dedi Nurmansyah
Penukal
20 Tahun

Gadis PALI Favorit
Ine Nova Ayu

Talang Ubi

23 Tahun
5
Bujang PALI Berbakat
Sujaka
Penukal Utara
22 Tahun

Gadis PALI Berbakat
Reta Tri Wahyuni
Tanah Abang
20 Tahun
6
Bujang PALI Persahabatan
Jefi Meysadi
Penukal
17 Tahun

Gadis PALI Persahabatan

Sabrina Dewanti

Penukal

17 Tahun
7
Harapan I Bujang PALI
Joni Iskandar
Penukal Utara
20 Tahun

Harapan I Gadis PALI

Rani Maharani
Penukal Utara
19 Tahun
8
Harapan II Bujang PALI
Frengky Akmil Putra
Penukal
18 Tahun

Harapan II Gadis PALI

Rinda Ariani
Talang Ubi
22 Tahun
9
Harapan III Bujang PALI
Vickry Juarsyah
Penukal
19 Tahun

Harapan III Gadis PALI
Indah Permata Sari
Tanah Abang
17 Tahun
,

Tidak Menyangka Bakal jadi Juara

Pemasangan Selempang Bujang Gadis PALI 2016 oleh Bujang Gadis PALI 2015


Pendopo, BeritaPALI – Firdaus Akbar, putra dari Ibrahim Cikading dan Herianti Puspalabora ini akhirnya terpilih menjadi Bujang PALI pada malam grand final pemilihan Bujang Gadis PALI 2016 di Gedung Pesos Komperta Pendopo, Minggu (31/7). Remaja yang duduk di semester 5 Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini awalnya sempat tidak PD --percaya diri-- untuk ikut kompetisi BGP 2016.

“Sempet tidak PD, namun berkat dukungan keluarga jadi saya memberanikan diri. Dari awal tahap seleksi saya selalu bersyukur, mungkin ini adalah janji Allah yang mengatakan bahwa jika hambanya bersyukur maka akan ditambah nikmatnya,” cetus Firdaus mengawali perbincangan.

Ikut dalam ajang BGP 2016, ungkap Firdaus, adalah pengalaman yang berharga. Karena menurutnya, dia bisa memiliki keluarga baru dan mendapatkan wadah untuk mendakwakan hal-hal positif bagi generasi muda PALI. “Saat ini, generasi muda banyak yang mengikuti trend ‘kekinian’ yang menurut saya lebih banyak memberikan dampak negatif,” lanjut Firdaus.

Remaja 20 tahun yang memiliki cita-cita jadi seorang jaksa ini berharap semua generasi muda di PALI dapat melakukan hal-hal yang positif agar tidak menyesal di kemudian hari. “Pesan saya, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, dan selalu ingat Tuhan agar usaha kita diberkahi,” pungkasnya. [az]
, ,

Firdaus dan Nita, Bujang Gadis PALI 2016

Wabup PALI, Dewan Juri dan Pemenang BGP 2016


Pendopo, BeritaPALI -- Setelah melewati serangkaian penilaian oleh dewan juri, Firdaus Akbar dan Nita Aprianti terpilih menjadi Bujang dan Gadis PALI 2016 pada malam Grand Final yang diselenggarakan di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo, Minggu (31/7).  Event akbar tahunan ini dihadiri oleh Wakil Bupati PALI; Ferdian Andreas Lacony SKom MM, jajaran kepala SKPD, beberapa tamu undangan dari luar daerah serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan kegiatan tersebut dan disponsori oleh Telkomsel dan Bank Mandiri.

Para finalis BGP 2016, dinilai dari beberapa aspek sejak tanggal 28 Juli lalu oleh dewan juri, diantaranya etika, life skill dan kemampuan public speaking. Bertindak sebagai dewan juri pada kegiatan itu, Devi Bayumi juri kepribadian, April Andraleka juri public speaking, Drs Suwondo dari Dewan Pendidikan Sumsel, Arienka Anggraini juri psikolog dari Jakarta dan Desti Indah Risky; Putri Indonesia Berbakat 2014 dan Farid Akbar.
 
Pada proses penilaian, dipilih 6 besar pasangan yang diwajibkan menjawab pertanyaan dari dewan juri, kemudian diseleksi lagi menjadi 3 besar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PALI; Drs Abu Hanifah mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyeleksi putra-putri di kabupaten PALI yang memiliki prestasi, kreatikitas dan intelektualitas yang tinggi, mengembangkan potensi dan menyalurkan bakat, inspirasi dan kreasi. “Dan terpilihnya Bujang dan Gadis PALI yang menjadi duta pendidikan, seni, budaya dan pariwisata PALI,” papar Abu.

Sebelumnya, lanjut Abu, saat dikarantina dari tanggal 28 hingga 31 Juli 2016, para finalis diberikan pembekalan materi dari Bupati dan Wabup PALI, Ketua TP-PKK PALI, Disdikbud PALI dan BNN Kota Prabumulih. “Pada masa karantina, para finalis dilakukan pembekalan dan pemeriksaan urine oleh BNN Prabumulih, pembekalan dan pembinaan dari BGP 2015, narasumber, kunjungan ke Candi Bumi Ayu, latihan dan tes kecantikan dan latihan koreografi untuk persiapan malam grand final,” lanjutnya.


Sementara itu, Wakil Bupati PALI saat menyampaikan sambutan menyampaikan apresiasinya pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena menurut Wabup, sebelumnya finalis BGP 2015 telah membanggakan Kabupaten PALI setelah memenangkan ajang Putra Sriwijaya dan mendapatkan 2 predikat. “Saya berharap, pada ajang pemilihan berikutnya di Provinsi Sumsel kita dapat memenangkan lebih dari 2,” lanjutnya.

Ferdian juga mengatakan, bahwa semua masyarakat PALI wajib bangga karena PALI memiliki sejarah di mata dunia yang terkenal dengan keberadaan sumur minyak di Talang Akar Pendopo. “Ini adalah modal bahwa PALI bisa menapakan kaki lebih dari 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel,” ungkap Ferdian semangat.

Ditambahkan oleh Ferdian, bahwa dirinya bertambah keyakinan bisa memajukan Kabupaten PALI setelah melihat bibit-bibit unggul yang dimiliki oleh PALI pada ajang pemilihan BGP 2016. “Mereka adalah pemuda yang memiliki semangat dan rela berkorban untuk kemajuan PALI. Untuk itu, ayo ikut berperan dalam menopang kemajuan PALI, karena tanpa keterlibatan pemuda saya yakin kita akan berjalan dengan lambat,” kata mantan aktivis mahasiswa ini.

Pembina BGP, Ny Yuniawattie saat ditemui usai acara mengatakan, dirinya sangat bangga melihat potensi luar biasa yang dimiliki oleh semua finalis. “Dengan terpilihnya BGP 2016, saya berharap dapat menjadi motivasi bagi semua generasi muda di PALI untuk berbuat yang lebih baik,” pungkasnya.[az]

Jumat, 29 Juli 2016

,

Wabup : Pemuda PALI Harus Berfikir Kreatif !

Wabup PALI; Ferdian A Lacony saat memberikan materi kepada finalis BGP 2016


Pendopo, BeritaPALI -- Pemuda-pemudi adalah Sumber Daya Manusia yang akan menggerakkan roda pembangunan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati PALI; Ferdian A Lacony saat mengisi materi dengan tema peran pemuda dalam pembangunan pada hari kedua masa karantina Bujang Gadis PALI 2016 di Hotel Grand Charlee Pendopo, Jumat (29/7).

Diungkapkan oleh Wabup, kaum muda memiliki andil besar dalam pembangunan suatu negeri. Untuk itu, kata Ferdian, peran BGP sangat diperlukan oleh Pemkab PALI. “Kalian harus bisa menjadi contoh yang baik buat teman dan saudara kalian. Minimal di lingkungan desa dan kecamatan, kalian harus bisa menjadi virus yang menyebarkan hal-hal baik bagi masyarakat,” imbuh Wabup kepada 26 finalis.

Ferdian menjelaskan, PALI adalah kabupaten baru dengan banyak potensi, namun potensi itu perlu digali dengan cara kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder. “Sebagai contoh, tantangan kita saat ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten PALI sangat rendah. IPM berkaitan erat dengan bidang pendidikan. Jadi hal ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendiddikan dan Kebudayaan saja, tapi juga menjadi tugas seluruh Pemuda yang ada di Kabupaten PALI,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Ferdian, BGP harus mampu memposisikan diri pada pembangunan di Kabupaten PALI, bukan hanya sampai pada pemilihan BGP setelah itu selesai.

Kepada kaum pemuda di Kabupaten PALI, Ferdian berpesan agar dapat memiliki impian. Dan hal pertama yang harus dilakukan untuk mewujudkan impian itu, papar Ferdian adalah mulai melangkah. “Kesuksesan itu dimulai dari langkah, kalau kita tidak pernah melangkah maka kita tidak akan menemukan jalan,” paparnya.



Lebih jauh, Wabup juga berharap agar pemuda di PALI dapat memiliki semangat dan memunculkan ide kreatif untuk terlibat dalam pembangunan. “Jika para pemuda loyo dan tidak dapat menunjukkan sikap kreativitas, maka matilah Kabupaten PALI,” tegasnya.

Wabup mengatakan agar para pemuda tidak berfikir karena dirinya berasal dari desa di kabupaten yang baru maka tidak bisa mendunia, karena itu salah.  "PALI mempunyai cerita sendiri, sebuah daerah minyak dan gas yang kaya, di mana perusahaan asing pernah berdiri dan mengeruk sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat marga Penukal, Abab dan Lematang. Dan semua orang perminyakan juga mengetahui apa yang disebut Lapisan Talang Akar. Seharusnya cerita itu bisa membuat kita bangga dan menjadi modal keyakinan kita bahwa kita bisa lebih bangkit dari 16 Kabupaten/kota lain di Sumsel,” pungkas Ferdian.

Terakhir, kepada para finalis BGP 2016, Ferdian mengatakan bahwa semua usaha harus dibentengi oleh iman yang kuat agar kita dapat mencapai kesuksesan yang barokah.

Pada kegiatan pemberian materi tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PALI; Drs Abu Hanifah, Kabid Kebudayaan Disdikbud; Haris Munandar SPd, Pembina BGP; Hj Wattie dan Ikatan BGP 2015.

Dalam pelaksanaannya, usai pemaparan dari Wabup dilakukan sessi diskusi. Ada hal yang menarik pada sessi ini, dimana ada beberapa peserta yang menggunakan Bahasa Inggris saat berbincang dengan Wakil Bupati.[az]

Kamis, 28 Juli 2016

, , ,

Finalis BGP 2016 100% Negatif Narkoba

Pengujian sampel urine finasil BGP 2016 oleh BNN Prabumulih


Pendopo, BeritaPALI – Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, melakukan serangkaian pemeriksaan tes urine kepada seluruh finaslis Bujang Gadis PALI 2016, Kamis (28/). Kegiatan tersebut dilangsungkan usai pemberian materi pada hari pertama masa karantina BGP 2016, mengenai bahaya narkoba di Hotel Grand Charlie Pendopo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PALI; Drs Abu Hanifah mengatakan, awalnya ia merasa ragu-ragu untuk dilakukan tes urine pada para finalis, namun diungkapkan oleh Abu, Bupati PALI; Ir H Heri Amalindo menginginkan agar para finalis dites urine untuk mengetahui peredaran penggunaan narkoba di kalangan pemuda.

“Saya sempat ragu-ragu, apalagi tadi ada salah satu finalis yang susah buang air kecil hingga menunggu sampai satu jam lebih. Dan Alhamdulillah, hasil yang kita dapatkan semua finalis negatif narkoba,” kata Abu saat memberikan kata sambutan.

Dikatakan oleh Abu, bahwa ini merupakan suat kebanggaan, karena Kabupaten PALI yang mempunyai image “sarangnya narkoba”, ternyata tidak benar. “Ini adalah bukti bahwa pemuda PALI jauh dari Narkoba, dan diharapkan beberapa tahun lagi, semua pemuda PALI adalah generasi intelektual yang bersih dan cerdas,” lanjutnya.

Meskipun demikian, ungkap Abu, jika pada tes tersebut didapatkan ada peserta yang menggunakan narkoba, maka akan kita jadikan contoh. “Jadi jangan coba-coba mengikuti event BGP, jika dirinya menggunakan narkoba,” imbuhnya.

Lebih jauh, Abu mengatakan, untuk memberantas penggunaan narkoba di tingkat pelajar, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan tes urine bagi siswa tingkat SLTP dan SLTA.

“Bukan untuk menakut-nakuti, tapi ini adalah langkah kita untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten PALI, sebagaimana lagu yang diciptakan oleh Disdikbud PALI, narkoba tak yes!,” pungkas Abu.

Pemaparan hasil tes urine oleh BNN Prabumulih

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi BNN Kota Prabumulih, Achmad Junaidi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab PALI melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita sangat mendukung karena ini merupakan acuan dari perubahan yang dilakukan oleh Pemkab PALI untuk mewujudkan PALI yang bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal itu, Junaidi mengatakan bahwa BNN Kota Prabumulih siap membantu jika ada masyarakat yang ingin berhenti menggunakan narkoba. “Silahkan datang ke kantor kita di Prabumulih, atau hubungi hotline kami di 08117142444, jika ingin berhenti menggunakan narkoba, karea kita sudah ditunjuk oleh Kementrian Kesehatan RI sebagai institusi wajib lapor. Dan perlu dicatat, bahwa hal tersebut tidak akan dikenakan hukuman pidana,” papar Junaidi. [az] 
, , ,

Hari Pertama Karantina BGP PALI 2016, Finalis : “Deg-degan”

Pemasangan selempang BGP 2016 oleh Kadisdikbud PALI


Pendopo, BeritaPALI – Pemilihan Bujang Gadis PALI 2016 sudah memasuki masa karantina di Hotel Grand Charlie Pendopo hingga malam Grand Final BGP 2016, Minggu, 31 Juli mendatang. Di hari pertama masa karantina, Kamis (28/7), para finalis BGP 2016 mengaku “deg-degan”, pasalnya, usai dilaksanakan pemberian materi bahaya narkoba, mereka langsung dites urine oleh Badan Narkotika Nasional Kota Prabumulih. 

Dikatakan oleh Kepala Disdikbud PALI; Drs Abu Hanifah, mereka yang sebelumnya tidak kenal satu sama lain beberapa hari ke depan akan tinggal bersama dan dilakukan pembinaan, baik dari cara berprilaku, etika dan berbicara.

“Untuk pemberi materi sendiri seperti pengarahan dari Bupati dan Ketua TP-PKK PALI, ada juga narasumber dari Palembang untuk mengisi materi Public Speaking, materi tentang tata rias dari LT-Pro serta bimbingan konseling dari psikolog,” papar Abu.

Kepada 26 finalis yang dikarantina, Abu berharap agar dapat menjaga etika dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. “Karena mereka adalah orang-orang terbaik yang terpilih untuk dinobatkan dinobatkan sebagai duta PALI,” pungkas Abu.

Pada kegiatan itu, juga dilakukan penyematan selempang Bujang Gadis PALI 2016 secara simbolis oleh Kadisdikbud PALI dan Kabid Rehabilitasi BNN Kota Prabumulih.[az]